NASIONAL - Cuaca buruk membuat ratusan nelayan di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat terpaksa tak melaut. Sebab kapal yang dimiliki nelayan mayoritas kecil, sehingga khawatir apabila dipaksakan, maka akan karam tersapu ombak.
Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000"Sudah sepekan kami tidak melaut, karena cuaca buruk membuat gelombang di laut cukup tinggi," kata Ketua Koperasi Nelayan Muaragembong Nari, Rabu (7/12).
Menurut dia, sekitar 300 warga di Desa Pantai Mekar, Pantai Bahagia dan Desa Pantai Sederhana tak melaut, karena rata-rata kapal yang dimiliki berada di bawah 3 gross ton, sehingga kalau dihantam badai besar rawan karam.
"Untuk mencukupi kebutuhan, rata-rata nelayan beralih profesi menjadi pemulung, dan mencari kepiting tambak," kata Nari.
Menurut dia, para nelayan tak mampu membeli kapal yang besar. Alasannya, biaya yang dibutuhkan cukup besar. Sedangkan penghasilan menjadi nelayan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Hasilnya cukup minim, belum lagi buat beli bahan bakar, sehingga kita tak bisa membeli peralatan yang memadai," ujarnya.
Kepala Bidang Kelautan pada Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (DPPK) Kabupaten Bekasi, Atang membenarkan bahwa belakangan cuaca di perairan Muara Gembong cukup buruk, ombak di sana cukup tinggi membuat nelayan takut melaut.
"Karena tak melaut, kebanyakan para nelayan melakukan aktivitasnya tak jauh dari bibir pantai," kata dia.
Menurut dia, ombak di luat sejak sepekan lalu mencapai dua hingga tiga meter. Karena itu para nelayan memilih tak mencari ikan ke tengah laut, karena khawatir dengan keselamatan sendiri.
"Kondisi cuaca buruk ini diperkirakan terjadi hingga akhir Desember mendatang," ujarnya.
Merdeka
loading...
»Share or Like News:
Cuaca buruk, nelayan Muara Gembong beralih jadi pemulung

