NASIONAL - Adanya dugaan ancaman penembakan dan permintaan uang dilakukan oleh anggota Pol Airud Polres Mamuju, terhadap beberapa nelayan Mejene yang melakukan aktivitasnya di perairan Pulau Lamudaan Kecamatan Balabalakang Kabupaten Mamuju. Selasa (13/12).
Kapoles Mamuju, AKBP. Sonny Mahar Budi mengkalarifiksi berita tersebut kepada deliknews.com mengaku bahwa membenarkan adanya kejadian antara anggota Pol Airud Polres Mamuju yang melakukan tugas mengamankan nelayan yang diduga meresahkan warga setempat di kawasan pulau Lamudaan.
Namun kata dia, anggota Polisi dalam tugas itu tidak melakukan pengancaman penembakan apalagi melakukan permintaan duit kepada nelayan Majene. Malah kata Sonny, oknum nelayan tersebut menawarkan uang 50 ribu rupiah dengan tujuan agar tidak mempersulit kasus tersebut.
“Memang ada terjadi pengamanan kepada nelayan Majene atas laporan warga setempat. Namun tidak seperti itu, mengancam menembak apalagi minta uang. Malah nelayan menawarkan duit kepada nggota Polisi sebanyak 50 ribu,” kata Sonny kepada deliknews.com. Jumat (16/12).
Mantan Kapolres Majene itu mengatakan, bahwa kejadian tersebut berawal dari laparan Kadus pulau Lamudaan yang menilai ada beberapa nelayan lokal masuk di wilayahnya tanpa ada koordinasi dengan Pemdes setempat. Atas laporan itu kata dia, ditindak lanjuti dengan mengecek kebenaran tujuh kapal nelayan itu. Diketahui dua kapal nelayan itu diduga tidak memiliki dokumen kapal sehingga ketujuh kapal tersebut petugas mengarahkan ke Pos Samata. Namun dalam perjalan ke Pos, beberapa kapal menolak ke Pos malah memilih lari, sehingga anggota melepaskan tembakan peringatan satu kali.
“Hingga saat ini warga nelayan itu tidak memenuhi panggilan petugas, karena dua kapal tidak memiliki dokumen kapal. Maka petugas mengarahkan ke Pos Samata tetapi mereka malah kabur.”jelasnya.
Terkait hal itu, pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan koordinasi dengan Kapolres Majene. Dengan tujuan mencari titik temu karena persoalan ini hanya miskomunikasi oleh para nelayan.
“Dalam waktu dekat ini saya akan koordinasi dengan Kapolres Majene. Biar jelas permasalahannya karena hanya persoalan miskomunikasi antar nelayan dengan petugas. Tapi kita berharap pasti ada titik temunya,” terangnya.
Deliknews
NASIONAL - Adanya dugaan ancaman penembakan dan permintaan uang dilakukan oleh anggota Pol Airud Polres Mamuju, terhadap beberapa nelayan Mejene yang melakukan aktivitasnya di perairan Pulau Lamudaan Kecamatan Balabalakang Kabupaten Mamuju. Selasa (13/12).
Kapoles Mamuju, AKBP. Sonny Mahar Budi mengkalarifiksi berita tersebut kepada deliknews.com mengaku bahwa membenarkan adanya kejadian antara anggota Pol Airud Polres Mamuju yang melakukan tugas mengamankan nelayan yang diduga meresahkan warga setempat di kawasan pulau Lamudaan.
Namun kata dia, anggota Polisi dalam tugas itu tidak melakukan pengancaman penembakan apalagi melakukan permintaan duit kepada nelayan Majene. Malah kata Sonny, oknum nelayan tersebut menawarkan uang 50 ribu rupiah dengan tujuan agar tidak mempersulit kasus tersebut.
“Memang ada terjadi pengamanan kepada nelayan Majene atas laporan warga setempat. Namun tidak seperti itu, mengancam menembak apalagi minta uang. Malah nelayan menawarkan duit kepada nggota Polisi sebanyak 50 ribu,” kata Sonny kepada deliknews.com. Jumat (16/12).
Mantan Kapolres Majene itu mengatakan, bahwa kejadian tersebut berawal dari laparan Kadus pulau Lamudaan yang menilai ada beberapa nelayan lokal masuk di wilayahnya tanpa ada koordinasi dengan Pemdes setempat. Atas laporan itu kata dia, ditindak lanjuti dengan mengecek kebenaran tujuh kapal nelayan itu. Diketahui dua kapal nelayan itu diduga tidak memiliki dokumen kapal sehingga ketujuh kapal tersebut petugas mengarahkan ke Pos Samata. Namun dalam perjalan ke Pos, beberapa kapal menolak ke Pos malah memilih lari, sehingga anggota melepaskan tembakan peringatan satu kali.
“Hingga saat ini warga nelayan itu tidak memenuhi panggilan petugas, karena dua kapal tidak memiliki dokumen kapal. Maka petugas mengarahkan ke Pos Samata tetapi mereka malah kabur.”jelasnya.
Terkait hal itu, pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan koordinasi dengan Kapolres Majene. Dengan tujuan mencari titik temu karena persoalan ini hanya miskomunikasi oleh para nelayan.
“Dalam waktu dekat ini saya akan koordinasi dengan Kapolres Majene. Biar jelas permasalahannya karena hanya persoalan miskomunikasi antar nelayan dengan petugas. Tapi kita berharap pasti ada titik temunya,” terangnya.
Deliknews Anonymous 12:25:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Kapoles Mamuju, AKBP. Sonny Mahar Budi mengkalarifiksi berita tersebut kepada deliknews.com mengaku bahwa membenarkan adanya kejadian antara anggota Pol Airud Polres Mamuju yang melakukan tugas mengamankan nelayan yang diduga meresahkan warga setempat di kawasan pulau Lamudaan.Namun kata dia, anggota Polisi dalam tugas itu tidak melakukan pengancaman penembakan apalagi melakukan permintaan duit kepada nelayan Majene. Malah kata Sonny, oknum nelayan tersebut menawarkan uang 50 ribu rupiah dengan tujuan agar tidak mempersulit kasus tersebut.
“Memang ada terjadi pengamanan kepada nelayan Majene atas laporan warga setempat. Namun tidak seperti itu, mengancam menembak apalagi minta uang. Malah nelayan menawarkan duit kepada nggota Polisi sebanyak 50 ribu,” kata Sonny kepada deliknews.com. Jumat (16/12).
Mantan Kapolres Majene itu mengatakan, bahwa kejadian tersebut berawal dari laparan Kadus pulau Lamudaan yang menilai ada beberapa nelayan lokal masuk di wilayahnya tanpa ada koordinasi dengan Pemdes setempat. Atas laporan itu kata dia, ditindak lanjuti dengan mengecek kebenaran tujuh kapal nelayan itu. Diketahui dua kapal nelayan itu diduga tidak memiliki dokumen kapal sehingga ketujuh kapal tersebut petugas mengarahkan ke Pos Samata. Namun dalam perjalan ke Pos, beberapa kapal menolak ke Pos malah memilih lari, sehingga anggota melepaskan tembakan peringatan satu kali.
“Hingga saat ini warga nelayan itu tidak memenuhi panggilan petugas, karena dua kapal tidak memiliki dokumen kapal. Maka petugas mengarahkan ke Pos Samata tetapi mereka malah kabur.”jelasnya.
Terkait hal itu, pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan koordinasi dengan Kapolres Majene. Dengan tujuan mencari titik temu karena persoalan ini hanya miskomunikasi oleh para nelayan.
“Dalam waktu dekat ini saya akan koordinasi dengan Kapolres Majene. Biar jelas permasalahannya karena hanya persoalan miskomunikasi antar nelayan dengan petugas. Tapi kita berharap pasti ada titik temunya,” terangnya.
Deliknews Anonymous 12:25:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Oknum Polisi Ancam Nelayan, Ini Kata Kapolres Mamuju
Posted by Admin Saturday, 17 December 2016
loading...
»Share or Like News:
Oknum Polisi Ancam Nelayan, Ini Kata Kapolres Mamuju
Previous
Newer PostNext
Older Post
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
12:25:00
