Jakarta - Serah terima jabatan menteri-menteri kabinet kerja Jokowi-JK sudah dilakukan. Berbagai pihak berharap, semua menteri dapat langsung bekerja dan mempersiapkan diri menuju era baru, yaitu era maritim.
Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Edy Kurniawan Logam mengatakan, untuk menjadi negara maritim yang kuat dibutuhkan pelayaran yang kuat, sementara pelayaran yang kuat ditopang galangan kapal yang kuat.
“Kami Iperindo banyak menaruh harapan kepada menteri Jokowi, salah satunya Menteri Perindustrian, dalam memajukan industri maritim dalam negeri. Untuk itu, kami sepakat dengan pidato Jokowi yang bilang, perlu dilakukan koordinasi untuk meningkatkan hubungan kerja yang baik dan menghilangkan ego sektoral,” ungkap Edy ketika diwawancarai setelah Serah Terima Jabatan Menteri Perindustrian, Saleh Husin, di Jakarta (27/10/2014).
Menurut Edy, asosiasi galangan kapal siap mendukung kebijakan dan visi tersebut agar pertumbuhan kapal dalam negeri bisa didominasi kapal buatan nasional.
Selama ini, banyak kapal di Indonesia didatangkan dengan impor.
“Karenanya, sekarang kita ingin mendorong Kementerian Perindustrian untuk memberikan kebijakan yang cocok untuk memajukan industri maritim Tanah Air,” papar Edy.
Salah satu kebijakan yang harus dijalankan pertama kali adalah dengan mencocokkan fiskal, serta transparansi pemerintah akan kebutuhan kapal dalam beberapa tahun ke depan.
“Sehingga kami bisa menyiapkan diri membuat kapal di sini. Devisa negara tidak terbuang ke luar negeri. Selain itu, kapal-kapal tua juga harus di-replace kapal buatan dalam negeri,” pungkasnya.//JMOL **
loading...
»Share or Like News:
Negara Maritim Kuat Butuh Pelayaran Kuat, Pelayaran Kuat Ditopang Galangan Kapal Kuat
