Wereng dan Tikus Menyerang Puluhan Hektare Sawah

Posted by Admin Thursday, 13 November 2014

SUMEDANG - Sedikitnya 40 hektare sawah yang tersebar di beberapa kecamatan di Kab. Sumedang, terserang hama wereng batang coklat (WBC). Bahkan yang terancam hingga kini mencapai sekitar 1.000 hektare. Serangan hama tersebut berlangsung baru-baru ini.
“Hama WBC tersebut, menyerang padi rata-rata berumur dua minggu hingga dua bulan,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Sumedang, Yosep Suhayat ketika dihubungi melalui telefon, Rabu (12/11/2014).

Ia menyebutkan, 40 hektare lahan sawah yang terserang WBC, tersebar di wilayah Kec. Tanjungmedar, Tanjungkerta, Buahdua, Conggeang, Tomo, Ujungjaya, Situraja, Cisitu dan Darmaraja. Begitu pula tanaman padi yang terancam, terjadi di beberapa wilayah kecamatan tersebut. Lokasi serangan hamanya terjadi sporadis di beberapa titik. “Tanaman padi yang terserang hama wereng, kondisinya mengering seperti terbakar,” tutur Yosep.
Guna menanggulangi hama wereng sekaligus menyelamatkan padi yang terancam, lanjut dia, pihaknya sudah menerjunkan para petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan), PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) serta petugas UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Pertanian di tingkat kecamatan. Mereka mengecek ke lapangan sekaligus melakukan penyemprotan pestisida.
“Serangan hama wereng tersebut, kita tanggulangi dan antisipasi dengan gerakan penyemprotan. Kami mengerahkan 41 orang petugas untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran hama tersebut,” ujarnya.
Lebih jauh Yosep mengatakan, untuk pengadaan obat pembasmi wereng, Dinas Pertanian sudah sudah mengajukan anggaran Rp 75 juta dari perubahan APBD tahun 2014. Selain itu juga, segera mengajukan bantuan obat-obatan pembasmi wereng kepada provinsi. “Mudah-mudahan, pengajuan obat ke provinsi bisa segera terwujud supaya serangan wereng bisa secepatnya dibasmi dan tanaman padi yang terancam dapat terselamatkan,” katanya.
Sementara itu, Koordinator POPT Kab. Sumedang, Yoyon Sudianto mengatakan, populasi hama wereng meningkat ketika musim kemarau disaat suhunya tinggi. “Hawa wereng yang menyerang pesawahan petani di Kab. Sumedang, kemungkinan besar migrasi dari daerah pantura (pantai utara). Sebab, saat ini di pantura banyak yang panen,” ungkapnya.
Sementara itu, sejumlah petani di Kec. Sumedang Selatan mengeluh karena tanaman padi yang berumur sekitar 1,5 bulan, diserang hama tikus. Hama “si monyong” menggerogoti batang padi hingga tanaman padi terancam mati. “Kalau pesawahan di sini tidak ada yang terserang hama wereng. Justru sawah di daerah ini mah, sudah banyak yang diserang hama tikus, termasuk sawah saya,” ujar Tati salah seorang petani ketika ditemui di areal pesawahan Nalegong, Kel. Kota Kulon, Kec. Sumedang Selatan.
Ia mengatakan, tanaman padi di lahan sawahnya, sudah ada beberapa yang digerogoti tikus. Serangan hama tikus itu, biasanya terjadi ketika musim hujan. “Kalau musim kemarau kemarau, tidak ada hama tikus. Justru sekarang, disaat musim hujan. Untuk membasmi hama tikus, saya akan menggunakan racun tikus. Kalau di sini biasanya memakai racun tikus, tidak digembos (pengasapan),” tuturnya., (PRLM).

loading...
»Share or Like News: Wereng dan Tikus Menyerang Puluhan Hektare Sawah
RADIO SONG FM INDRAMAYU Updated at: 15:34:00

GUMIWANG KOMUNIKA INDRAMAYU

VIDEO KABAR ARTIS

VIDEO LAGU BARU SONG FM

INFO GEMPA KLIK DIBAWAH